oleh

Ferdi Levi, Tokoh Gereja Sepanjang Masa

FLORESNEWS.id, Ende— Sabtu 19 Juni 2021, Flores News menyambangi kediaman Ferdi Levi, di Jalan Udayana, Kelurahan One Kore, Kecamatan Ende Tengah, Kota Ende. Bagi umat Katolik di daratan Flores, Nama Ferdi Levi tidak asing didengar. Ferdi Levi merupakan seorang penyair sekaligus pengarang lagu Liturgi ternama di Flores, NTT. Karya-karyanya tetap abadi sepanjang masa.

Ia lahir di Ende pada 6 Februari 1948. Tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Ferdi telah menulis dan mengarang lagu sejak usia muda. Karya-karyanya dapat dinikmati dan dihayati dalam Buku Exultate. Buku Exultate adalah kumpulan lagu-lagu liturgi karya Ferdi Levi yang saat ini sudah memasuki jilid ke Tujuh. Empat Jilid terakhir belum berhasil diterbit oleh penerbit Nusa Indah.

Selain lagu-lagu Liturgi, Ferdi juga aktif mengarang lagu-lagu mars. Di Kota Ende, Hampir seluruh lagu mars lembaga pendidikan diciptakannya. Baik SMP, SMA maupun Universitas. Diantaranya Lagu Mars Suradikara dan Mars Universitas Flores (Uniflor) Ende.

Ferdi yang sudah tua renta, kini berteman sepi. Ayah Empat anak itu masih memiliki segudang mimpi besar dalam hal menciptakan karya. Terutama lagu-lagu liturgi. Namun apalah daya. Ia mengalami penyakit stroke sejak Bulan Oktober Tahun 2011 lalu. Kesehariannya hanya di atas kursi roda.

Sebagai seorang yang sejak kecil hidup dalam lingkungan masyarakat multi religius, Ferdi tak mengalami kesulitan untuk mengarang lagu. Suami Theodora Mbulu tersebut sempat menceritakan pengalaman hidup semasa muda.

“Awal saya mengarang lagu Tahun 1978, tepatnya bulan Agustus saat mengajar di SMAK Suradikara Ende. Saat itu saya punya grup koor. Namanya Seravim,” kata Fredi mengisahkan.

Usai mengarang dan menciptakan banyak lagu liturgi, Ferdi akhirnya berniat membukukan semua lagu-lagu itu melalui penerbit Nusa Indah. Buku lagu Karya Ferdi Levi bernama Exultate dan Ave Maria. Buku tersebut tersebar luas di kalangan umat Katolik seluruh Indonesia.

Kepada Flores News, Ferdi berpesan bahwa yang paling berharga dalam hidup manusia adalah waktu dan kesempatan.

“Pakailah waktumu dengan baik untuk hal-hal yang berguna bagi banyak orang. Pakailah kesempatan itu untuk mengabdi kepada Gereja, Nusa dan Bangsa. Bekerja jangan mengharapkan Uang. Karena Uang adalah Akibat,” tutup Ferdi Levi mengakhiri wawancara.

Penulis: Nardi Jaya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Semangat terus bapak Ferdi Levi untuk terus berkarya. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kesembuhan utk bapak. Terima kasih atas semua karyamu. Dari manggarai

  2. Saya yang adalah mantan siswanya sangat bangga terhadap guruku yang sangat hebat dan luar biasa dalam mendidik saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini. Trima kasih bapak Levi. Kami doakan bapak cepat sembuh. Amen

News Feed