oleh

Di Matim, Pria 70 Tahun Tega Perkosa Cucunya Hingga Hamil

FLORESNEWS.id, Manggarai Timur–Seorang Pria tua berinisial DN (70), warga Dusun Laing, Desa Golo Ros, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, NTT diduga melakukan tindakan biadab. Ia tega memperkosa MN (15) yang masih berstatus cucu.

Ditemui Flores News, Sabtu (17/7/2021), MN menceritakan kronologis awal mula DN melakukan tindakan biadab terhadap dirinya.

“Waktu itu, DN meminta saya untuk tidur di rumahnya. Dia juga minta ijin sama kakek saya. Kakek saya menerima tawaran pelaku karena kami masih keluarga dekat. Saat malam hari ketika situasi sepih, pelaku diam-diam menuju kamar saya lalu mengangkat saya yang masih tidur nyenyak. Ia kemudian menyekap mulut saya sehingga saya tidak bisa berteriak. Saya tersadar ketika dia sudah melancarkan aksinya,” ujar MN.

Dikatakannya, Pelaku DN juga mengancam korban jika menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Sehingga setelah itu, DN bebas memperkosanya berulang-ulang.

“Setelah kejadian pertama, DN terus mengawasi saya. Ia memberikan saya uang 20 Ribu setiap kali sebelum kami berhubungan intim. Saya pasrah menerima. karena jika tidak, dia akan bunuh saya,” kata MN polos.

Hamil

Kakek kandung Korban, Nobertus Man belakangan mulai curiga dengan tingkah laku dan perubahan yang terjadi pada tubuh cucunya. Ia kemudian menanyakan hal tersebut.

“Saya baru tau kemarin pak. Saya tanya cucu saya karena ada perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Cucu saya akhirnya menceritakan kejadian itu. Saya begitu kaget. Akhirnya saya memutuskan untuk mengecek  kehamilannya di Postu. Menurut hasil tes pack, cucu saya dinyatakan hamil 5 bulan,” jelas Nobertus.

Dijelaskannya, MN merupakan cucunya yang masih berstatus pelajar. Mereka tinggal bersama karena orang tua MN sudah merantau di Kalimantan.

“Anak ini cucu kandung saya. Bapak dan mamanya masih di Kalimantan,” pungkasnya.

Lapor Polisi

Kejadian tersebut menyalut kemarahan keluarga besar korban. Pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Matim, pada Sabtu 17 Juli 2021.

“Kami berharap, Pihak kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini dan menghukum pelaku setimpal dengan perbuatannya,” ujar salah satu perwakilan keluarga Korban saat ditemui di Polres Matim.

Hingga berita ini dipublikasi, Pelaku DN belum berhasil dikonfirmasi. (NJ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed