oleh

Vibro Tidak Sesuai Standar, Pengerjaan Lapen Kisol-Mok-Paan Leleng Asal Jadi

-News-285 views

FLORESNEWS.id, Manggarai Timur–Pengerjaan Proyek Lapisan Penetrasi dengan nama paket Kisol-Mok- Paan Leleng diduga asal jadi. Pasalnya, alat berat (Vibro) yang digunakan sebagai pemadat Pasir batu (sirtu) tidak memenuhi standar prosedur. Padahal dalam pengerjaan lapen, idealnya Vibro harus berkekuatan 6 ton ke atas.

Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa, saat dikonfirmasi Awak Media mengatakan bahwa DPRD secara kelembagaan sudah memantau lokasi proyek, Selasa (14/9) kemarin.

“Saya temukan vibro yang digunakan dalam pengerjaan itu beratnya di bawah enam ton. Saya tegaskan pengerjaan tidak boleh dilanjutkan sebelum Vibro strandarnya ada,” kata Heremias.

Pihak Kontraktor, jelas Dupa, sudah berjanji untuk menghentikan pekerjaannya dan saat ini sedang berupaya mendatangkan Vibro yang berkapasitas sesuai standar.

“Mereka sudah janji untuk menghentikan pengerjaan sampai vibronya datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Vinsensius Reamur, Anggota DPRD Dapil V Kota Komba meminta Masyarakat agar bersama-sama mengawasi proyek pembangunan yang ada di Manggarai Timur.

“Mari kita kawal sama-sama. Tidak hanya yang ada di Kota Komba tetapi proyek-proyek yang saat ini sedang berjalan di seluruh Manggarai Timur. Jangan segan-segan melaporkan setiap kejanggalan yang ada,” tandas Ketua Golkar Manggarai Timur tersebut.

Informasi yang diperoleh Flores News, proyek lapen Kisol-Mok-Paan Leleng dikerjakan oleh CV Surya Mas, dengan pagu Rp1.088.802.000 dari dana alokasi umum (DAU) tahun 2021. (NJ-01/FN)




BACA JUGA :  Tender Ulang Proyek di Manggarai Lupa 'Klik' Tombol RKK atau Diintervensi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed