oleh

BBM di SPBU Ruteng Cepat Habis, Stok Justru Tersedia di Pedagang Eceran

-Berita-1.232 views

FLORESNEWS.id, Manggarai–  Kelangkaan BBM di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT mulai dikeluhkan pelanggan. Pelanggan heran saat BBM habis, stok penjualan justru tersedia pada pedagang eceran sekitar SPBU.

Kepada Flores News, Heri Odos, seorang warga Kota Ruteng menyampaikan keluhan atas kondisi kelangkaan BBM saat ini. Heri mengaku selama kurang lebih dua minggu terakhir, aktivitasnya menjadi terhambat. Pasalnya setiap kali hendak mengisi bahan bakar selalu terjadi antrean yang cukup panjang. Namun belum sampai di tempat pengisian tiba-tiba diumumkan BBM telah habis.

“Tetapi yang sangat herannya begini, saat stok di SPBU sudah habis bahkan habisnya itu hanya sampai pada jam 09.00 atau 10.00 pagi. Lalu di pinggir jalan berdekatan dengan SPBU banyak pedagang eceran yang menjual. Baik itu jenis premium, pertalite, bahkan ada juga yang jual solar,” ungkap Heri.

Heri mengatakan, selama ini masyarakat berharap dengan banyaknya SPBU yang tersedia akan mempermudah pemenuhan kebutuhan BBM. Namun yang terjadi justru sebaliknya, jumlah SPBU bertambah sedangkan untuk memperoleh BBM malah semakin sulit.

“Karena makin banyak yang membeli dengan jerigen. Dan lagi maraknya sekarang kelihatannya orang-orang ikutan berbisnis seperti itu . Menurut kami Itulah salah satu penyebab cepat habisnya BBM sekarang ini,” katanya.

Menurut Heri, seharusnya pihak SPBU bisa membatasi para pembeli yang menggunakan jerigen atau sarana pengisian manual lainnya. Apalagi jika pengisian tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. SPBU kata dia idealnya lebih memprioritaskan pengisian kendaraan pelanggan.

“Kalau kita lihat perbandingannya tiap kali kalau kehabisan BBM, itu yang di sekitar (SPBU) itu makin penuh dan tidak pernah kehabisan stok. Itu terjadi karena SPBU memberi keleluasaan. Jangan sampai ada praktik yang tidak benar di sana,” katanya.

BACA JUGA :  Leonardus, Si "Ompok" di Manggarai Butuh Kursi Roda dan Peralatan Tukang Kayu

Heri berharap, ditengah kelangkaan BBM saat ini, SPBU harus menertiban praktik tersebut. Sehingga dengan itu, pelanggan yang datang untuk mengisi kendaraan bisa terlayani. Selain itu, pemerintah juga diharapkan turun langsung memperhatikan hal ini. Pemerintah harus bertindak tegas apabila ada oknum yang ditemukan melanggar aturan yang berlaku.

“Karena apa? sangat merugikan buat masyarakat dan pengusaha kuhususnya buat angkutan. Kita ketinggalan waktu kemudian banyak hal yang menjadi terbengkalai. Kita berharap agar kelangkaan BBM ini bisa teratasi,” tutupnya.

Banyak pedagang eceran di sekitar SPBU

Pantau Flores News, Selasa (5/10) sekitar pukul 11.00 WITA, nampak belasan pedagang yang menjual BBM eceran di pinggir jalan depan SPBU Carep Ruteng. Para pedagang tersebut menjual berbagai jenis BBM menggunakan botol air minum kemasan sebagai alat ukur. Hal serupa juga terjadi di sekitar SPBU Mbaumuku. Stok BBM pada pedagang eceran selalu tersedia bahkan saat BBM di SPBU sudah kosong.

Flores News bersama wartawan media lain kemudian mendatangi kantor SPBU Mbaumuku untuk meminta informasi terkait penyebab terjadinya kelangkaan BBM. Namun pimpinan atau pengawas SPBU saat itu sedang tidak berada di kantor.

“Beliau sedang keluar pak, datang lagi saja nanti,” kata seorang pegawai. (An 05/FN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed