oleh

Demi Jaringan Internet, Siswa di Manggarai Timur Harus ANBK di Puncak Gunung

-Berita-118 views

FLORESNEWS.id, Manggarai Timur– Sulitnya mendapatkan akses jaringan internet masih terus dirasakan oleh rakyat di wilayah Bagian Timur Indonesia. Salah satunya adalah di Desa Wangkar Weli, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.  Dampak ketiadaan jaringan internet tersebut membuat anak sekolah harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di Puncak Gunung.

Informasi yang dihimpun Flores News, puluhan siswa dari SMP Negeri 11 Pocoranaka harus mendaki dengan jarak 2,5 kilometer untuk sampai ke Gunung Golo Ros. Golo Ros merupakan satu-satunya bukit yang terjangkau oleh jaringan internet. Di sana para siswa-siswi baru bisa belajar secara daring.

Selain ketiadaan jaringan internet, SMP Negeri 11 Pocoranaka juga mengalami kesulitan fasilitas atau sarana penunjang belajar. Sekolah itu bahkan masih ketiadaan Gedung. Untuk melaksanakan KBM harian, pihak sekolah menggunakan gedung milik SDK Wae Palo.

Kepada Flores News, Kepala Sekolah SMPN 11 Pocoranaka Wihelmus Vinsen menjelaskan, kondisi tersebut sudah berjalan selama tiga tahun atau sejak pertama kali sekolah dibuka pada tahun 2019 lalu. 

Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) selama dua hari terakhir ini kata dia, tidak berjalan efektif karena kekurangan perangkat komputer dan adanya gangguan jaringan internet.

“Sejak hari pertama sampai hari kedua di sekolah mengalami keterbatasan jaringan. Selain itu kami di SMP ini juga belum punya gedung sekolah. Untuk mengatasi keterbatasan itu kami harus melaksanakan ANBK di rumah warga  yang terletak di puncak,” jelas Kepsek Vinsen.

Menurut Kepsek Vinsen, kekurangan perangkat komputer dan sulitnya akses jaringan tidak menyurutkan semangat siswa untuk melaksanakan kegiatan ANBK. Untuk menunjang pelaksanaan ANBK tersebut pihak sekolah meminjam laptop milik sekolah sekolah tetangga. Pasalnya, jumlah komputer yang dimiliki sekolah sangat terbatas.

BACA JUGA :  Bentuk Kepengurusan Baru, PGRI Cabang Khusus Matim Komitmen Wujudkan Kesejahteraan

Seorang Siswa Yanita Asinta Onik, mengungkapkan selama mengikuti ANBK, dirinya mengalami banyak kesulitan terutama jaringan internet.

“Makanya ANBK sejak hari pertama sampai hari kedua, kami pake rumah warga, yang terletak dibukit Golo Ros. Kami jalan kaki dari rumah Pa,” kata Onik.

Onik pun berharap pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, segera memberikan perhatian serius terkait kekurangan disekolahya.

“Semoga pemerintah memperhatikan kesulitan kami. Kami ingin belajar lebih giat tapi fasilitas pendukung sangat terbatas,” tutup Onik (An 05/FN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed