oleh

Kapolsek yang Meniduri Putri Tersangka di Sulteng Segara Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

-Hukrim-2.814 views

FLORESNEWS.id, Parigi (Sulteng)- Kepala Divisi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen (Pol) Ferdy Sambo menegaskan segera melakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Kapolsek Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Iptu IDGN.

Hal itu menyusul dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Iptu IDGN terhadap putri tersangka. Sambo menjelaskan, PTDH akan dilakukan setelah proses hukum teradap IDGN selesai.

“Sudah dicopot, kemudian kemarin korban sudah melapor tindak pidananya, kita akan proses. Kalau proses hukum selesai, segera kita PTDH,” tutur Sambo saat ditemui Awak Media di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (19/10/2021).

Menurut Sambo, saat ini Iptu IDGN telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek, kemarin Senin (19/10/2021).

“Kemarin (sudah dicopot),” tuturnya melansir Kompas.com.

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Parigi, Iptu IDGN diduga kuat telah meniduri S, Putri seorang tersangka di Parigi, Sulteng. Untuk melancarkan aksinya, Iptu IDGN memperdayai Korban dengan iming-iming pembebasan sang ayah yang tengah ditahan.

Korban S saat ditemui Awak Media akhirnya buka suara. Ia mengaku dirayu berkali-kali oleh Iptu IDGN agar sang ayah yang ditahan di Polsek Parigi bisa dibebaskan.

“Dek, kalau mau uang, nanti tidur dengan saya,” kata S kepada wartawan, meniru rayuan Kapolsek di aplikasi WhatsApp, Senin (18/10), seperti dilansir dari Media kabartujuhsatu.news.

S awalnya tidak termakan oleh rayuan Iptu IDGN. Namun, karena dijanjikan ayahnya segera dibebaskan, akhirnya Ia setuju untuk bertemu dengan Iptu IDGN di salah satu hotel.

“Terus akhirnya saya mau, dan dia kasih saya uang. Dia bilang ini untuk Mama kamu. bukan untuk membayar kamu. ini untuk membantu Mama karena dia kasihan Mama,” ujar S.

Belum sampai menepati janjinya, Iptu IDGN di kemudian hari malah kembali mengajak S untuk tidur.

BACA JUGA :  Lagi, Dua Terduga Teroris Ditangkap di Luwu Timur Sulsel

“Dia ajak lagi kedua kalinya dan ada chat-nya. harapan saya memang dia bisa mengeluarkan Papaku.” Pungkas S sambil meneteskan air mata.

Tangis ibunda S pun pecah saat mendengar pengakuan buah hatinya di hadapan wartawan.

Sang ibu tidak menyangka bahwa peristiwa bejat itu sudah dilakukan dua kali oleh Iptu IDGN kepada putrinya, dengan janji pembebasan ayahnya.

Saat ini Polda Sulteng sedang menangani kasus tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed