oleh

Di Masa Pandemi, Bandung Utama Ruteng Tetap Beri Pelayanan Penuh Terhadap Konsumen

FLORESNEWS.ID, Manggarai,- Di masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Toko minimarket Bandung Utama Group (BUG) Ruteng, tetap memberi pelayanan penuh terhadap para konsumen atau pelanggan. Para pelanggan tidak harus datang langsung ke BUG untuk membeli barang kebutuhan. Sebab BUG menerima pesanan pelanggan melalui sistem online.

Layanan online tersebut berlaku pada dua wilayah yakni di Kota Ruteng dan wilayah Kota Reo. Untuk pelangan di Kota Ruteng, pelanggan bisa memesan melalui kontak WhatsApp : 0812 3953 0999. Sedangkan untuk pelanggan di kota Reo bisa menghubungi : 0813 3808 2713.

Eksistensi Bandung utama Ruteng di masa pandemi patut diapresiasi. Pasalnya banyak perusahaan besar yang kolaps atau tidak bertahan akibat virus Corona.

“Jimat Bandung utama sebelum dan sesudah memulai usaha itu ada 3 saja. Semua berpatok pada tiga angka yaitu Selalu membaca pada situasi, kondisi dan keadaan. Situasi dan kondisi serta keadaan itulah yang menuntut kita untuk menyesuaikan diri di setiap situasi apapun kondisinya. Bahwa kita harus mampu menyesuaikan dengan kondisi itu dan termasuk keadaannya,” ungkap, Felix Musa Ahas, Ceo Bandung Utama Group Ruteng, kepada media ini Selasa (19/10/2021) malam.

Felix menjelaskan, dibalik tiga poin itu,  ada tiga poin turunan yakni ketika sudah melihat situasi, kondisi dan keadaan. Selanjutnya harus memakai pola lihat, dengar dan lakukan. Ketika sudah melihat apa yang terjadi, berikutnya mendengarkan kira-kira apa solusi terhadap persoalan yang paling genting saat itu. Setelah itu baru mengambil langkah atau tindakan.

“Sebetulnya dari tiga itu saja. Jadi Di tengah pandemi ini juga bagaimana kita harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi Covid atau pandemi ini. Kita tidak menginginkan semua hal itu yang akhirnya menghancurkan di satu pihak dan menghidupkan dipihak lain. Tetapi kita bersama-sama bagaimana kita susah bersama-sama dan senang bersama-sama,” jelas Pria yang akrab disapa Felix itu.

BACA JUGA :  Jaga Stabilitas, Lody Moa Giat Pantau Desa Penyelenggara Pilkades di Kecamatan Ruteng

Mengelola usaha di masa pandemi kata Felix, harus berani bersahabat dengan situasi,  dengan Covid-19, dengan krisis keuangan, bersahabat dengan krisis kepercayaan dan lain sebagainya. Sebab sebuah usaha tetap berjalan, tergantung kepada cara menyesuaikan pada setiap situasi, kondisi dan keadaan yang ada.

“Konsumen atau pelanggan takut keluar rumah, maka kita bangun konsep pembelian melalui online atau pesan antar. Biarkan kami antar barangnya. Pelanggan tunggu di tempat. Itu salah satu untuk menghindarkan kita dari berbagai dampak sakit dan penyakit yang dialami kedua belah pihak. Baik si pengusahanya atau pekerjaannya maupun konsumen yang selalu menunggu di rumah,” jelas Felix.

Pandemi Covid-19 jelas Felix, sebuah situasi yang mengharuskan pengusaha merubah konsep dan mencari konsep yang lebih modern.

“Jadi kalau setiap hari kita memegang HP tapi bagaimana HP itu bekerja untuk kita bukan kita bekerja untuk HP itu sendiri. Maka munculah yang disebut dengan toko HP. Bagaimana kita memanfaatkan HP itu untuk mempromosi produk kita. Memberi kabar tentang usaha kita, memberi kabar tentang kinerja kita juga mendapat income dari konsumen kira-kira apa yang menjadi kebutuhan konsumen di saat pandemi ini,” papar Felix.

Bergeser ke cara yang lebih modern disebabkan karena interaksi sosial masyarakat saat ini penuh batasan dan dibatasi. Masyarakat takut mau keluar rumah takut tapi lapar. Masyarakat pergi kerja takut kena Covid-19. 

Covid-19 sendiri kata Felix justru membaw dampak baik buat BUG. Sebab sejak awal, BUG sudah menerapkan sistem layanan online.  Bahkan dalam konsepnya Bandung Utama kedepan menerapkan sistem pesanan online. Tokoh Bandung Utama ditutup sedangkan layanan terhadap masyarakat dilakukan secara online dengan sistem pesan-antar.

BACA JUGA :  Cabuli Nenek 64 Tahun, Pemuda di NTT Ditangkap Polisi

“Jadi semua itu, nanti pada suatu saat kita hanya tidur saja di rumah. Dari rumah kita bekerja melalui konsep online. Jadi kalau nanti ada yang pesan barang dan semua hp yang disetting oleh setiap perusahaan itu. Setiap karyawan Bandung utama Group akan selalu mengupdate atau melihat perkembangan-perkembangan. Bilamana ada orang belanja dia langsung tag, supaya karyawan langsung mengantarkan barang tersebut,” jelas Felix.

Tak ada perbedaan atau kenaikan harga barang di masa Pandemi Covid-19.

Harga barang di Bandung Utama tidak mengalami perubahan atau kenaikan akibat pandemi Covid-19. Menurut Felix Ahas, perbedaan dan perubahan harga barang itu bukan hanya terjadi pada saat pandemi. Perubahan harga lebih dipengaruhi oleh program atau kebijakan. Misalnya setiap tahun harga barang pemerinta naik maka berpengaruh pada kenaikan harga barang lainya. Tetapi berpengaruh pada kenaikan pengupahan pekerja atau karyawan.

“Biasanya itu, selalu berpatok pada industri-industri pemerintah seperti BBM. Kalau BBM naik segala yang berhubungan dengan jual beli itu pasti naik. Bukan hanya karena pandemi saja. Hanya karena pandemi ini hal yang baru,” kata Felix.

Sementara terkait pendistribusian barang menurut Felix, itu lebih dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat. Kebiasaan sebelumnya, masyarakat tidak memiliki rasa takut ketemu dengan satu sama lain. Ketakutan itu karena tidak ada berpikir soal penularan penyakit. Padahal Pandemi mengajarkan kita supaya keluar dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru.

“Sebetulnya ini hanya pola saja. Pola yang membentuk suasana yang berbeda. Kalau secara manusiawi kita tidak terima dengan hal seperti ini. Karena kita sudah terbiasa dengan enak. Penyuplaian barang itu mudah, layanan barang itu mudah, terus penjualan juga muda, segalanya muda. Dan yang serba muda ini sebetulnya awalnya juga sulit, tapi karena sudah terlalu lama, lama-lama jadi nyaman,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sebulan Terakhir Ada 19 Orang di Manggarai Meninggal Akibat Covid

Kondisi pandemi yang dianggap sulit atau susah dan bahkan menyengsarakan saat ini, akan membawa perubahan yang lebih baik ke depan. Namun perubahan baik itu akan terjadi ketika masyarakat sudah bersahabat dengan kebiasaan-kebiasaan baru.

Selain itu, pandemi kata Felix, sebenarnya menguntungkan para pelaku usaha yang baru mulai merintis usaha karena mereka akan menganggap pandemi sebagai sesuatu yang biasa. Namun, pandemi diangg sebaga ancaman bai orang-orang yang sebelumnya terbiasa dengan penjualan manual. Tetapi mereka yang memulai atau melaksanakan bisnis secara online sangat diuntungkan.

“Tapi orang yang dengan kebiasaan lama itu akan kwalahan karena dia tidak mampu dan tidak cepat membaca. Ketika dia tidak mampu cepat menyesuaikan diri, dia akan mati usahanya. itu yang saya bilang roda itu berputar, ada waktunya untuk orang yang memulai dengan hal yang baru bagi orang lain. Dan hal yang biasa bagi orang yang sudah menjalankannya. Sebetulnya yang terjadi hanya akibat pandemi hanya fluktuasi atau perubahan-perubahan saja,” tutup Felix (Arl 05/FN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed