oleh

“Wik-Wik” Tengah Malam di Toilet, Anggota DPRD Ini Dipergoki Suami Selingkuhan

FLORESNEWS.ID,LEMBATA– MGRP, Seorang Oknum Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, dipergoki sedang “Wik-Wik” tengah malam dengan Istri orang di toilet. Lawan main dari MGRP adalah NN yang merupakan istri seorang ASN berinisial DW. Parahnya, tempat mesum keduanya adalah Kamar mandi di Rumah DW.

Dilansir dari Detik.com, aksi oknum anggota DPRD, bermula pada Kamis (25/11/2021) sekitar pukul 01.30 Wita. Saat itu, DW penasaran dengan aktivitas istrinya di kamar mandi. Karena penasaran, DW kemudian menggedor pintu kamar mandi. DW mendapati istrinya berduaan dengan sang Anggota Dewan.

DW sempat hendak melampiaskan amarahnya kepada MGPR. Ia mengejar ke MGRP hingga di rumahnya. DW lalu melaporkan dugaan perzinaan tersebut ke pihak Kepolisian Resort (Porles) Lembata.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten mengungkapkan, pihaknya telah mendalami laporan dari DW.

“Untuk kejadian tersebut dilaporkan dini hari pukul 02.00 oleh suami yang bersangkutan,” ujar Yoce Marten, seperti dilasnsir dari Kompas.com.

Yoce Marten menjelaskan, jika semua pihak sudah diperiksa termasuk sudah mengantongi alat bukti, maka kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lembata.

“Semalam juga langsung kita jemput istri yang bersangkutan untuk dilakukan visum di Rumah Sakit,” ujarnya.

Yoce Martem mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit.

Sementara MGRP dan NN terancam dijerat Pasal 284 KUHP tentang perzinahan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Lembata Fransiskus Gewura mengatakan, akan mengambil sikap tegas jika GR terbukti melakukan kesalahan.

Frasn menambahkan, pihaknya juga akan mengkaji persoalan yang dialami GR sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai.

BACA JUGA :  Kejari Manggarai Janji Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Terminal di Matim

Ia menambahkan, DPC PDI-P Lembata bakal membawa kasus ini ke DPRD untuk disidangkan dalam paripurna.

“Kita internal (PDI-P) ada aturannya, jadi kita rilis dari persoalan, kronologi yang ada lalu kita usulkan ke DPP PDI-P. Terkait keputusan (sanksi) ada di pusat,” katanya.(RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed