oleh

Bantuan Seroja Tak Kunjung Cair, Warga di Mabar Datangi Ketua DPRD

FLORESNEWS.ID,MABAR– Muhammad (47), seorang warga asal Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Mabar mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa 30/11/21.

Kedatangannya ke kantor DPRD Mabar untuk menanyakan perihal bantuan bencana Seroja yang dijanjikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebelumnya BPBD menjanjikan bantuan tersebut akan cair bulan Oktober lalu. Namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan.

Di kantor DPRD Mabar, Muhammad bertemu langsung dengan Ketua DPRD, Martinus Mitar. Di depan Ketua DPRD itu ia menjelaskan, pada bulan April lalu wilayah permukimannya dengan warga lain di pulau Messah dilanda bencana alam seroja. Akibat peristiwa itu rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dihuni kembali.

Saat itu kata Muhammad, tim dari BPBD turun langsung ke lokasi bencana. Setelah melakukan kajian, rumah Muhammad menjadi satu-satunya yang masuk dalam kategori kerusakan berat dalam peristiwa itu.

Karena itu, Muhammad dijanjikan akan diberi bantuan 55 juta rupiah untuk rehab kembali rumahnya. Sembari menunggu dana itu cair, Muhammad mengaku menerima dana tunggu hunian (DTH) sebesar 1,5 juta rupiah.

“Saya dijanjikan akan terima bantuan bulan Oktober, tapi tidak datang-datang itu bantuan. Ada saya terima 1,5 juta untuk jaminan sebelum dana itu cair,” kata Muhammad.

“Saya disuruh bikin rekening dan saya sudah buat. Berapa kali saya cek tapi belum ada masuk,” lanjutnya.

Karena merasa tidak ada kepastian, ia pun berinisiatif mendatangi ke kantor DPRD Mabar untuk memohon bantuan anggota dewan menanyakan hal tersebut kepada pihak terkait.

“Saya datang ini, untuk menanyakan kepastian soal itu,” katanya.

Menanggapi itu, Ketua DPRD, Marten Mitar memanggil kepala seksi kedaruratan BPBD, Rober untuk menanyakan kejelasan bantuan tersebut. Dari Rober diketahui bahwa terkait pencairan dana kerusakan berat dalam bencana seroja di pulau Messah merupakan kewenangan BNPB. Pihaknya hanya mengusulkan dan itu telah dilakukan.

BACA JUGA :  Sisa Dana Penanganan Covid-19 Tahun 2020 di Matim Sudah Diperiksa BPK

Mendapat jawaban itu, Marten Mitar meminta warga yang terdampak, terutama Muhammad yang langsung mendatangi kantor DPRD untuk menunggu dan bersabar dana itu dicairkan oleh pemerintah pusat.

“Kita menunggu dan berharap bahwa pemerintah pusat segera mencairkan dana seroja itu agar pihak korban tidak menunggu lama,” ujar Marten.

Selain itu, Marten meminta Pemda segera menyurati BNPB agar mempercepat proses pencairan dana bantuan seroja sehingga masyarakat tidak terlarut dalam ketidakpastian.

“Saya sebagai Ketua DPRD mendorong Dinas bencana alam untuk sesegera mungkin menyurati pihak BNPB . Jangan diam saja, karena itu sebagai bentuk tanggung jawab kita untuk tindak lanjuti aspirasi masyarakat,” ujar Marten. (Alfhee 05/FN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed