oleh

Taman Kota Monumen Tsunami Sikka Penuh Sampah, Kumuh Tak Terurus

-Berita, News-236 views

FLORESNEWS.ID,SIKKA– Suasana Ramah Lingkugan di Taman Kota Monumen Tsunami Sikka sudah hilang. Pemandangan indah dengan udara yang sejuk diganti dengan aroma busuk dan penuh sampah

Fasilitas Negara yang terletak di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur itu sungguh memprihatinkan. Seperti tidak terawat. Pada beberapa bagian taman nampak  kumuh. Pada hal, Taman tersebut terletak di tengah kota.

Berikut ini fakta-fakta di Taman Kota Monumen Tsunami, berdasarkan pantauan Flores News, Rabu (1/12/2021).

Dua Kolam Besar Tampak Jorok dan Keruh

Ada dua kolam besar di taman itu.  Kolam tersebut menggambarkan air laut pada saat tsunami tahun 1992 silam. Biasanya kolam ini jadi andalan warga untuk berswa foto.  Namun, sekarang dua kolam tersebut terlihat jorok. Airnya kuning dan berkeruh. Selain itu, tumpukan sampah berserakan di tengah kolam. 

Beberapa pengunjung yang dijumpai di lokasi memberikan komentar. Umumnya menyoroti sikap pemerintah yang cuek terhadap kondisi in.

“Sebenarnya taman ini sangat bagus kalau dirawat dengan baik. Karena berada ditengah kota Maumere. Tapi sekarang kondisinya begini, terkesan dibiarkan begitu saja. Jadi merusak pemandangan,” kata warga yang enggan menyebut identitas.

Sampah dalam kolam (Sas)

Pepohonan Menjulang Tinggi

Tidak seperti taman pada umumnya. Biasanya, bunga dan pepohonan ditata rapih. Ranting pohon tak dibiarkan berkembang bebas. Di taman kota inu, hampir semua pohon dalam taman tumbuh menjulang tinggi.  Tidak ada tanda-tanda bekas pemangkasan pada pohon dan bunga tersebut. Ranting dan dedaunan jatuh berserakan di tanah. Selain itu, rumput liar pun banyak dan tumbuh bebas di sekitar lokasi taman.

Penuh dengan Tumpukan Sampah

 Pemandangan lain yang terlihat di taman kota adalah tumpukan sampah. Mulai dari kolam, di atas taman, di ruangan penuh dengan sampah. Sampah tersebut, terdiri dari, daun kering, ranting pohon jatuh, kertas, bekas bungkusan makanan dan lain-lain. Semuanya berserakan menghias taman. Bahkan di dalam salah satu ruangan, ada tumpukan sampah dalam kantung plastik hitam yang besar.

BACA JUGA :  Polemik Mutasi Kepsek Penggerak, Kadis PPO: Persoalan Sudah Selesai

Tidak Ada Petugas Kebersihan

Media ini coba menggali informasi terkait pegawai pengelolah taman itu. Beberapa warga menunjukan sebuah bangunan. Disebutkan bahwa petugas berkantor di situ.
Sesaat kemudian media menyambangi ruangan tersebut. Namun tidak ditemukan adanya petugas. Pintu kantor dalam keadaan terkunci.

Toilet Umum Dipasang Plang Kayu 

Kondisi lain di Taman Kota itu, ketiadaan tempat WC atau toilet. Para pengunjung kesulitan jika hendak membuang hajat atau buang air kecil. Pantauan media ini, toilet umum yang ada di taman itu ditutup. Di pintu toilet dipasang plang kayu yang dipakui.

“Petugasnya lagi keluar, pergi kerja. WC juga sudah lama rusak dan tidak ada airnya,” kata seorang warga.

Masih Ramai Dikunjungi Warga.

Meski kondisi taman begitu buruk memprihatinkan. Masih ada warga yang datang berkunjung. Sebagian dari mereka adalah para pelajar atau siswa. Warga datang hanya untuk sekedar istirahat sejenak. Sementara para pelajar datang ingin berselancar di dunia maya. Sebab di tempat ini masih ada layanan internet gratis dari pemerintah.

“Ya sekedar jalan-jalan saya Om, kebetulan ada layanan internet gratis. Sebenarnya bagus taman ini Om. Cuma itu tadi kolamnya dijadikan tempat memelihara nyamuk. Coba dikasi kering saja biar airnya tidak tergenang. Pohon-pohonnya dirapikan juga,” kata seorang pelajar. Usia Taman Kota Belum cukup 5 tahun.

Dikutip dari Cendananews.com (Kamis, 8/12/2016). Proyek pembangunan monumen tsunami ini menggunakan dana APBD Sikka. Sedikitnya lebih dari Rp2,5miliar anggaran negara untuk pembangunan monumen. Dengan demikian usia monumen tersebut belum cukup 5 tahun. Sebab monumen tersebut baru mulai digunakan pada tahun 2017 lalu.

Untuk diketahui monumen tsunami ini sengaja dibangun di tengah kota. Hal ini mengenang kembali tragedi gempa bumi dan tsunami pada 12 Desember 1992. Gempa kala itu memakan korban sekitar 2.000 orang meninggal dunia.

BACA JUGA :  Terbukti Korupsi, Kepsek SMPN 1 Reo Divonis 2 Setengah Tahun Penjara

Gempa yang terjadi saat itu berkekuatan M 6,8 yang pusatnya di sebelah utara Maumere (122 ,1°BT dan 8° 7’LS). Gempa tersebut menimbulkan tsunami di sepanjang pantai utara Pulau Flores termasuk pulau-pulaunya. Mulai dari sekitar Tanjung Palaboko (bagian barat) sampai Tanjung Bunga (bagian timur) (SAS  FN/05)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed