oleh

Kepsek SMK Sadar Wisata Beri Penjelasan Terkait Peristiwa Tawuran Muridnya

FLORESNEWS.ID,MANGGARAI– Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Sadar Wisata Wilhelmus Bastian, memberikan klarifikasi terkait peristiwa tawuran yang melibatkan anak muridnya dengan siswa dari sekolah lain. Kepsek Bastian mengaku, malamnya ia sudah mendapatkan informasi penyerangan.  Pihaknya kemudian melakukan upaya pencegahan atau tindakan preventif.

“Hari ini memang saya akui bahwa terjadi semacam kerusuhan. Kebetulan kami tadi lagi menyelenggarakan kampanye tentang kegiatan anti perundungan atau anti kekerasan dan itu kita sudah terselenggarakan. Dan sangat disayangkan bahwa justru terjadi masalah itu. Ijin menyampaikan bahwa saya tadi malam sudah diinformasikan bawa akan terjadi penyerangan. Saya tidak berani mengatakan Sekolah mana karena saya tidak punya data akurat. Ini isu tadi malam, isunya dari media sosial,” ungkap Kepsek Bastian, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/11/2021) sore.

Kepsek Bastian menjelaskan setelah mendapatkan informasi itu, ia langsung memerintahkan para guru untuk menangani masalah ini.

Setelah mendapatkan informasi atau laporan dari bidang kesiswaan, Kepsek Bastian melakukan upaya untuk mengambil tindakan preventif. Langkah itu berupa menyampaikan laporan resmi kepada pihak keamanan.

“Dan itu sudah dilakukan oleh wakasek Kesiswaan itu tadi malam untuk melakukan koordinasi dengan pihak keamanan karena,” katanya.

Berikut beberapa penegasan dan klarifikasi yang disampaikan Kepsek Bastian.

SMK Sadar Wisata Tidak Menginginkan Tawuran

Kepsek Bastian mengatakan, SMK Sadar Wisata tidak menginginkan terjadi tawuran. Kejadian tawuran ini di luar dari yang ia harapkan. Saat ini kata dia, sekolahnya masih melaksanakan begitu banyak kegiatan. Oleh karena itu pihak sekolah sama sekali tidak punya konsentrasi ke tawuran.

“Kami hanya konsentrasi penyiapan Sumber Daya Manusia. Yang nanti akan tamat dari sini dan memiliki kompetensi sesuai standar industri kami lagi mengarah kesana,” kata Kepsek Bastian.

BACA JUGA :  Meneropong Pembangunan Demokrasi Desa Berbasis Kearifan Lokal

Sekolah Sedang Kampanye Anti Kekerasan

Kepsek Bastian mengatakan, saat ini SMK Sadar Wisata melakukan kampanye anti kekerasan. Artinya sangat tidak mungkin sekolah menginginkan hal-hal yang sifatnya tindakan kekerasan. Bahkan kegiatan ini sudah terjawal. Hari ini (2/12) sekolah melakukan kegiatan kampanye tentang antikekerasan dan anti perundungan. Kegiatan itu sudah berlangsung lama.

“Saya bangga dengan anak-anak saya dan guru. Bahwa anak kami bisa dikendalikan. Bahwa saya juga bisa mengatakan mengendalikan ribuan orang bukan pekerjaan mudah,” jelasnya.

Guru dan Aparat Keamanan Bantu Kendalikan Situasi

Kepsek Bastian mengatakan, saat kejadian berlangsung, siswa begitu banyak dan bergerombolan. Maka tidak semua bisa dijangkau oleh pihak sekolah. Dirinya mengambil langkah menghimbau para guru untuk keluar dan memanggil siswa. Selain itu, pihak Kepolisian dan TNI diminta untuk menyusul anak-anak Sekolah dan mengarahkan mereka kemabali ke sekolah.

“Dan tadi di anak-anak itu, saya bangga. Bahwa anak-anak itu mengikuti perintah gurunya perintah Polisi maupun TNI bahwa mereka mau kembali ke sekolah,” katanya.

Kepsek Berada Bersama Siswa Untuk Kendalikan Situasi

Kepsek Bastian kemudian memberi klarifikasi terkait keberadaanya bersama siswa yang ikut tawuran. Keberadaanya sesuai yang terekam video yang beredar. Saat itu, dirinya sedang mengarahkan anak-anak siswanya untuk masuk ke sekolah.

“Betul saya tos. Tos bukan karena menyetujui perkelahian itu atau saya menyetujui tawuran, tidak!,” tegasnya.

Kepsek Bastian menyampaikan, bahwa tos adalah bentuk apresiasi kepada anak-anak muridnya. Mereka adalah anak-anak yang anti perundungan atau anti kekerasan. Apresiasi itu juga diberikan karena murid mendengarkan arahan guru dan aparat keamanan.

“Bahwa saya bangga dengan kamu (siswa). Kamu mau mendengar Polisi, TNI, guru-guru. Untuk diarahkan kembali ke sekolah itu intinya tos itu tadi dan memang ambil sepotong,” kata Kepsek Bastian.

BACA JUGA :  Malam Tahun Baru, Pria di Matim Diduga Perkosa Saudari Sepupu Sendiri

Ia mengatakan, kalau masyarakat menilai lain. Seperti apa pun penilaian itu, diriya yakin dengan kehadiran wartawan dan klarifikasi yang ia sampaikan, maka informasi diluruskan. Sehingga diharapkan tidak ada pendapat lain.

Ia menegaskan, dirinya sudah menyampaikan kampanye tentang anti perundungan atau kekerasan kepada siswa. Sebagai Kepala Sekolah ia pasti memberi teladan yang baik kepada anak-anak muridnya.

“Masa saya harus menyetujui anak saya untuk tawuran. Kan nanti berbanding terbalik dengan apa yang kami kampanyekan tadi,” katanya.

Persoalan Tawuran Ditangani Pihak Kepolisian

Kepsek Bastian mengatakan, pihaknya sudah merasa nyaman. Pasalnya persoalan tawuran sudah serahkan kepada pihak kepolisian. Dirinya juga tidak mau mengambil tindakan dengan main hakim sendiri. Segala sesuatu yang terjadi diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

“Kami tidak mau mengambil tindakan sendiri. Kami juga tidak mau melangkahi aparat hukum dan semua proses itu kami jalankan,” katanya.

Sekolah Akan Lakukan Pencegahan Untuk Kejadian Serupa

Kepsek Bastian mengatakan, pihaknya akan mengambil lanngkah untuk mencega kejadian serupa. Langkah yang paling pertama adalah Guru-guru atau pegawai akan memberikan arahan kepada seluruh siswa atau siswi. Bahwa dampak dari tawuran itu tidak bagus.

Kedua, pihak sekolah akan selalu berkoordinasi dengan pihak keamanan. Sebab terkait dengan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah menjadi tugas bersama. Sementara keterlibata pihak Kepolisian dan TNI dinilai sangat membantu.

Selain itu, sekolah mencari tau tentang akar persoalan yang terjadi. Sebab saat ini pihak sekolah belum mendapatkan data dan informasi lengkap terkait penyebab tawuran itu.

“Jadi kami coba cari kepastian dulu. Nanti kalau misalnya dapat data dan sebagainya. Kita akan melakukan koordinasi lintas sekolah. Sehingga nanti mungkin bagaimana solusinya. Tentunya kita semua tidak menginginkan itu,” katanya.

BACA JUGA :  Apotek Omega: Bukan Cekik Leher Pembeli, Harga Obat Sesuai Faktur Distributor

Masyarakat Diharapkan Jangan Salah Paham

Kepsek Bastian mengatakan, dirinya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Apabila telah salah menterjemahkan keberadaanya dalam video.

“Untuk itu saya sampaikan permohonan maaf tentang video tadi. Izinkan saya untuk meluruskan video itu. Jadi sekali lagi tos itu tidak berarti setuju dengan tawuran, tos itu bentuk apresiasi saya bahwa siswa mau mendengarkan guru polisi dan TNI dan pol PP juga masyarakat lain untuk kembali ke sekolah itu maksudnya,” tegasnya.

Siswa SMK Diminta Jangan Terprovokasi

Kepsek Bastian kemudian berharap, kepada siswa untuk tetap menjadi siswa SMK sadar wisata. Pertama selalu setia mematuhi serta mendengarkan gurunya. Kemudian yang kedua jangan terprovokasi berita-berita di media sosial. Atau pun kata-kata orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Dan terakhir kami akan tetap melacak terkait siswa yang menyebarkan postingan itu ketika dia adalah siswa kami, kami akan melakukan tindakan,” tutupnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed