oleh

Warga Sesalkan Pihak SMK Sadar Wisata Yang Biarkan Murid Keluar Saat Tawuran

-Berita, Hukrim-1.280 views

FLORESNEWS.ID, MANGGARAI– Peristiwa tawuran antar pelajar yang melibatkan SMK Sadar Wisata dan pelajar dari sekolah lain di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT Kamis (2/12/2021) siang, menyita perhatian dari masyarakat. Warga menyesalkan tindakan pihak SMK Sadar Wisata yang membiarkan murid keluar dari lingkungan sekolah saat tawuran.

Seorang warga kepada Flores News mengatakan, seharusnya ketika hendak terjadi tawuran, anak-anak sekolah dipagari atau jangan dibiarkan keluar dari lingkungan sekolah. Pihak yang harus menemui mereka (siswa yang datang hendak tawuran) adalah guru. Guru yang menemui anak tersebut untuk cari tahu duduk persoalan.

“Saya menyesali mengapa guru-guru melepaskan anak-anak untuk keluar. Karena ini kan jumlah mereka sangat besar, sementara yang di sebelah kan tidak berimbang ini tadi,” ungkap Warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Warga tersebut mengaku, telah menyimak video yang beredar di media sosial. Menurutnya jika dilihat dari runutan peristiwa, sebelumnya ada pancingan dari pengguna pacebook yang mengaku murid Sadar Wisata. Sehingga anak sekolah lain (STM-Red) menjadi terpancing.

Bahwa pada akhirnya itu diketahui adalah akun palsu atau tidak. Paling penting dari pihak sekolah yang didatangi perlu ada upaya untuk mencegah terjadinya tawuran.

“Artinya sikap yang arif dari pihak sekolah itu mengamankan anak-anak di dalam pagar. Karena yang begini beresiko pada kematian kalau sampai ada korban. Baik di pihak kita ataupun di pihak sebelah,” kata sumber itu.

Warga tersebut mengatakan, banyak masyarakat yang menyesalkan tindakan dari pihak SMK Sadar Wisata. Apalagi ketika guru-guru tidak bisa membendung muridnya agar tidak keluar dari sekolah. 

Pada hal, SMK Sadar Wisata memiliki pagar atau pintu gerbang. Untuk mengantisipasi kejadian, bisa dengan menutup pagar atau pintu gerbang tersebut. Selanjutnya guru mengingatkan agar siswa tidak boleh keluar.

BACA JUGA :  Kapolsek Bola Bubarkan Kerumunan Warga Saat Pemberlakuan PPKM Level IV di Sikka

“Mereka punya satpam. Itu sekolah elit, dia punya satpam. Tinggal kunci pagar, Panggil polisi lalu klarifikasi persoalannya,” kata warga itu.

Ia juga menyanyangkan video yang beredar. Di mana anak sekolah terlihat tos-tosan dengan Kepala Sekolah. Apa lagi, sampai di dalam sekolah siswa bergoyang seperti merayakan kemenangan.

“Mestinya Kepala Sekolah dia marah itu muridnya tadi. Bukan malah tos. Itu kan seoalah merasa bahwa (tindakan) mereka benar,” tutupnya.

Warga lainnya Silvester Banding, mengaku sangat menyanyangkan kejadian itu. Sebagai Pemimpin kata dia, Kepsek seharusnya bertindak bijak dan jadi penengah. Terlepas dari anak sekolah tersebut adalah muridnya atau pun berasal dari sekolah lain.

“Seharusnya dia menjadi mediator antara dua belah pihak binakusuma dan sadar wisata,” kata Sil Banding melalui pesan WhatsApp kepada Flores News.

“Dia (Kepsek) menjadi garda terdepan agar  peristiwa yang terjadi tidak terulang kembali,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng, melakukan tawuran dengan Siswa sekolah lain di Kabupaten Manggarai,NTT. 

Data yang dihimpun Flores News, Kamis (2/12/2021) sore, sedikitnya ada lima video pendek yang beredar berkaitan dengan tawuran itu. Video masing-masing berdurasi 16,26, 29,24 dan 15 detik. Video tersebut dengan cepat beredar luas di jagat maya. Mulai dari Group WhatsApp hingga di sosial media facebook. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed